Sudah begitu takdirnya......

After nearly two months, barulah kini aku dapat kekuatan untuk menulis semula. Menulis untuk meluah perasaan, to spilt out what within me. My sadness, my grief, all and everything.... If only...... Nak diluahkan, tak tahu pada saper.....

Yes, after 5 months trying to have a baby, I've suspected being pregnant. However, it was too late. Masa pegi ke klinik untuk check, i thought it was a normal period pain, but for me, the pain was unbearable. Two nights in a row I dreamt of sleeping in a pool of blood, the 2nd day I've realized that it is all true. Went to the clinic, and found out that it was miscarriages, and due to the calculation, it was already 6 weeks... Gosh, shocked, frustrated, angry with myself, all in one. The emotion, was highly unstable. I wanted to cry, but no tears in my eyes. Feels so empty, so imperfect. Feels like I've failed, etc....

7 days of medical leave, i've done nothing. Just looking to the computer, surfing, chatting, finding info bout what exactly happen, the cause of my illnes, my failures. Mr. Hubby is a tough man. He really support me, knowing that i'm struggling alone with my emotion. Trying to makes me feel that I'm not alone, trying hard to make me not to think sad things. He really cheer me up Katanya, "sudah takdir yang. Yang penting ayang selamat. Nanti kita cuba lagi, yer?"*cakap sambil smirking*

Sebulan menahan sakit, sebab ku tak buat D&C. Sikit punya lama tunggu untuk berjumpa  Gynae, sampai keluar semuanya (nurse classified bukan kecemasan sebab masih boleh berjalan-> bengong). Bila cek, tinggal kantung dan akhirnya jatuh sendiri..... Pergi induction, dalam keadaan yang masih sakit. Ada juga suara-suara yang memadankan muka aku (bila aku tersalah waktu makan ubat), maybe try to be outspoken, but for me, its sarcastic and rude. Berperang dengan emosi seorang diri, nak luahkan, tak siapa yang ku boleh percaya. Nasib baik Encik Hafiz RMC datang, sekurang-kurangnya, kurang beban aku waktu tu. Thanx Apis, ko memang kawan yang baik.

2 bulan berlalu.... Bila aku tengok baby jer, hati meronta-ronta.... Namun rezeki belum ada. Ramai yang kata, baru lagi berkahwin, rilek dulu. Masih lagi musim bulan madu. Tapi, entahlah. Bila ku pandang Mr. Hubby, ku akan dihantui rasa bersalah. Bila kulihat kakakku dan ipar-iparku, ku dihantui rasa cemburu. Bila kudengar rakan-rakan yang kendurinya sama denganku atau lebih lewat dariku sudah ada tanda-tanda menjadi ibu, ku rasa sangat ketinggalan dan tidak berupaya. Hanya senyuman, tawa riangku yang mengkaburi semua kerunsingan dan kesedihanku.... Bak kata Mr. Armseeker.... Sudah begitu takdirnya, mungkin masa untuk kita menjadi ibu bapa belum tiba.... Namun masih,ku rasa sangat tidak berdaya.......

Semoga hari-hari mendatang, masih ada rezeki yang terbentang buat kami. Kerna ku percaya, tiap yang berlaku ada hikmahnya.